Inilah alasan yang paling umum mengapa kolpokospi itu dilakukan :
#1. Sampel pemeriksaan serviks yang dimana menunjukkan adanya sel yang abnormal, baik itu yang bersifat ganas ataupun tidak
#2. Pasien didiagnosis memiliki human papillomavirus atau biasa disebut dengan HPV, yang dimana ini merupakan penyebab utama dari sel abnormal yang dapat menyebabkan
kanker serviks
#3. Hasil pemeriksaan serviks yang tidak jelas dan juga Timbulnya gejala tertentu yang menyebabkan dugaan akan adanya kelainan pada serviks, termasuk pendarahan vagina
dan juga peradangan serviks
Seorang ahli kolposkopi dapat langsung mengetahui apabila ada kelainan yang terjadi pada serviks, sehingga Anda tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan hasil dari kolposkopi. Namun, jika biopsi dilakukan setelah kolposkopi, maka hasilnya kemungkinan baru bisa anda dapatkan setelah empat minggu.
Berdasarkan statistik, 40% pasien yang harus menjalani kolposkopi akan mendapatkan hasil yang abnormal dan Hasil yang abnormal bukan berarti pasien pasti menderita kanker serviks, namun adanya sel yang abnormal menunjukkan bahwa pasien tersebut berisiko tinggi terkena kanker serviks, terutama jika tidak segera ditangani.
Hasil yang normal berarti serviks tidak mengalami kelainan dan juga kecil kemungkinan pasien akan terkena kanker serviks, namun Hasil apapun yang didapat, pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan serviks setiap 3 sampai 5 tahun sebagai langkah pencegahannya.
Cara Kerja Kolposkopi
Kolposkopi merupakan suatu tindakan rawat jalan yang dilakukan oleh ahli kolposkopi yang biasanya seorang dokter ataupun perawat yang telah menjalani pelatihan khusus untuk melakukan tindakan pemeriksaan ini. Selama kolposkopi, pasien akan diminta untuk berbaring di kursi khusus yang memiliki bantalan lutut, dan juga spekulum akan dimasukkan ke dalam vagina dan setelah berada di dalam vagina, spekulum akan terbuka secara perlahan dan ahli kolposkopi dapat melihat bagian dalam serviks dengan kolposkop, ini adalah suatu alat seperti mikroskop dengan cahaya dan alat ini akan bekerja dari luar dan sama sekali tidak memasuki vagina.
Beberapa kolposkop juga memiliki kamera yang dapat digunakan untuk mengambil gambar dan langsung menampilkannya di layar dan jika ada bagian serviks yang tidak normal, maka akan dioleskan larutan tertetu untuk menandai bagian tersebut. Setelah itu, biopsi akan dilakukan untuk memastikan dugaan akan adanya sel abnormal. Namun, ada juga kasus di mana dokter sudah merasa yakin dengan hasil kolposkopi sehingga biopsi tidak dilakukan dan pasien juga akan langsung memulai proses pengobatan
Sebelum melakukan kolposkopi, pasien tidak perlu melakukan persiapan apapun dan Pasien tidak harus berpuasa dan biasanya tidak membutuhkan obat bius, asalkan biopsi tidak dilakukan dan jika biopsi harus dilakukan maka kemungkinan pasien akan membutuhkan obat bius lokal ataupun total, dan juga mereka akan diminta untuk tidak makan beberapa jam sebelum biopsi ini dilakukan.
Kolposkopi ini dapat menyebabkan sedikit ketidaknyamanan ketika spekulum dimasukkan ke dalam vagina dan jika biopsi dilakukan setelah kolposkopi, pasien juga akan merasakan sensasi cubitan ataupun garukan ketika sampel jaringan diambil, Walaupun anda tidak nyaman, namun tindakan ini tidak terlalu menyakitkan dan jika pasien merasa ada proses kolposkopi yang terlalu menyakitkan maka sebaiknya pasien tersebut meminta ahli kolposkopi untuk mencari cara lain ataupun menghentikan kolposkopi. Kolposkopi ini membutuhkan waktu sekitar 10 sampai dengan 15 menit, namun kunjungan pasien dapat berlangsung sampai 30 menit dan itu sudah termasuk persiapan dan diskusi.
Kemungkinan terjadinya Komplikasi dan Resiko Kolposkopi
Kolposkopi merupakan suatu tindakan pemeriksaan, tetapi bukan operasi dan secara keseluruhan merupakan tindakan yang aman, Namun tetap ada risiko dan juga beberapa komplikasi; risiko ini akan bertambah ketika kolposkopi dilanjutkan dengan biopsi dan resiko yang paling sering terjadi adalah:
#1. Terjadinya pendarahan
#2. Terjadinya Infeksi
#3. Terjadinya reaksi alergi terhadap zat yang digunakan saat kolposkopi
#4. Terjadinya beberapa faktor yang juga dapat memengaruhi hasil atau menghambat kolposkopi.
Faktor-faktor tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
#1. Terjadinya Peradangan serviks akut
#2. Terjadinya Penyakit peradangan serviks akut
#3. Terjadinya Menstruasi
#4. Untuk menjamin hasil yang akurat dan juga mengurangi risiko komplikasi, maka kolposkopi sebaiknya dilakukan satu minggu setelah masa menstruasi pasien.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar